Sabtu, 24 Maret 2012

kendala Pengusaha kecil dan Mikro

. Sabtu, 24 Maret 2012

Semangat-Ngeblog. Kesulitan akses dan tingginya bunga bank masih menjadi kendala bagi pengusaha kecil dan mikro dalam penyaluran kredit. Untuk menyiasatinya, pemerintah daerah (pemda) diminta kreatif. Bank Indonesia (BI) memberikan sejumlah solusi ke pemda, untuk mempermudah akses perbankan bagi pengusaha kecil dan mikro di daerah. Deputi Gubernur BI Muliaman Hadad mengatakan, pemda harus berperan serta dalam membantu perbankan.

Dia mencontohkan, banyak permohonan kredit yang diajukan pengusaha kecil dan mikro tidak dapat diproses oleh bank karena tidak ada jaminan.“Ini berhubungan dengan risiko atas kredit itu sendiri,”katanya di Makassar kemarin. Muliaman mengatakan,untuk mempermudah pembiayaan, pemda diminta memberikan dan mempermudah sertifikasi terhadap aset-aset pengusaha kecil mikro.

Termasuk petani yang bergerak di sektor primer.Yang paling utama,menurut dia, adalah sertifikasi lahan pertanian. Juga sertifikasi dari semua aset yang dimiliki. “Kalau mereka punya kerbau, kambing atau sepeda itu bisa disertifikasi,”katanya. Nantinya akan dijadikan bukti oleh calon nasabah, untuk permohonan kredit ke perbankan. Sertifikasi itu bisa menjadi jaminan atas pinjaman yang diberikan ke petani. Khusus suku bunga, dia menjelaskan BI akan terus berupaya menurunkannya.Menurut dia, saat ini BI rate atau suku bunga acuan sudah sangat rendah yakni 5,75%.

“BI akan terus berusaha agar bunga bank lebih ringan,”paparnya. Muliaman menjelaskan, pihaknya terus mengupayakan kemudahan akses seperti memberikan edukasi ke masyarakat pentingnya perbankan. “Termasuk menciptakan bisnis model,”ucapnya. Selain itu, menerbitkan regulasi serta pengenalan teknologi. Upaya itu dilakukan untuk mendukung inklusi keuangan agar semua orang bisa mengakses perbankan dengan mudah dan cepat. Dia mengakui, selama ini perbankan lebih berminat membiayai pengusaha besar dibanding yang kecil dan mikro.

“Sudah terbukti, pengusaha kecil lebih patuh dalam melunasi utangnya. Sehingga kredit macetnya juga tidak besar,”sebutnya. Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo berharap bank tidak memberikan suku bunga pinjaman yang tinggi untuk usaha kecil dan mikro.“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,”tegasnya. Karena perbankanlah yang diharapkan bisa memberikan pembiayaan untuk pengusaha kecil dan mikro. Apalagi di Sulsel, kaya dengan potensi alam termasuk untuk sektor primer.

0 komentar: